ibu lientje

Jujur dah lama banget aku mau posting khusus buat ibu lientje. Seorang ibu yang aku kenal via suamiku (ibu lientje ini orang tua muridnya suamiku). Kami belum pernah sekalipun bersua. Dan satu2nya silaturahmi yang pernah kami jalin adalah ketika aku menelepon beliau untuk mengucapkan terima kasih karena kepedualian beliau yang sangat besar buat keluarga kami terutama aku.

Pertama kali mendengar suaranya, aku dapat merasakan kalau ibu lientje ini orangnya rame habis, ramah, kalau orang jawa bilang “grapyak”, baik n keibuan banget (sotoy aja…). Rasa sayang bu lientje ini mungkin timbul karena sudah tiga putra beliau yang dipegang oleh suamiku. Dan dua diantaranya sudah sukses, sementara yang terakhir masih SMU sekarang. Putra-putra beliau nih pinter2 banget (diliat dari kacamata suamiku, soale aku ga pake kacamata, ehehehe).  Beliau sering menanyakan kabarku, dan kondisiku ketika hamil. Hal ini menurutku benar2 perhatian yang sangat besar, padahal kami belum pernah bersua sekalipun.

Puncaknya, sekitar bulan februari 2009 kemarin, beliau menitipkan sebuah majalah “Mother & Child” (semoga tidak salah sebut) dan buku berjudul “La Tahzan for Mother” (salah lagi ga ya?) karena beliau tahu kalau aku sudah melahirkan seorang jagoan.  Suamiku sungkan sebenarnya buat menerima pemberian itu, tapi beliau merekomendasikan kalau buku2 itu layak buat aku baca. Dan….apa yang terjadi? Banyak ilmu di majalah “Mother $ Child”. Sedangkan ketika aku baca “La Tahzan for Mother” aku tidak berhenti menitikkan air mata. Cerita dalam buku tersebut sangat menyentuh. Betapa perjuangan menjadi seorang ibu itu berat tetapi bagi seorang ibu itu adalah suatu kebahagiaan yang tak terhingga. Semuanya dijalani dengan ikhlas, maka semuanya akan menjadi indah (ngomong2, sambil posting ini aku dah mo nangis lagi, hiks2). Aku baru menjadi ibu 2 bulan 3 minggu sampai saat ini. Dan melalui buku itu aku bisa belajar bersabar untuk menjadi ibu (aku kan orangnya ga sabaran, maunya marah2 mulu). Buku itu benar2 membuka mata hatiku, bahwa buah hati adalah separuh nafas, separuh hati buat seorang ibu, dan aku baru merasakan semua itu, sekarang. Ya…baru sekarang.

Buat ibu lientje, pengen banget rasanya saya bertemu anda. Semoga, Allah segera mempertemukan kita ya bu. Dan kalaupun, secara tidak sengaja ibu kesasar di blog ini (mungkin ga ya bu?), saya benar2 berhutang ilmu dan pengalaman. Ibu telah membukakan mata hati dan mata bathin saya dengan pemberian ibu. Makasih banyak bu…………..

17 thoughts on “ibu lientje

  1. Untuk Bundanya dedek Azka …
    See …
    Betapa masih banyak orang yang baik di dunia ini …
    Dan percayalah …
    Ini tidak lain dan tidak bukan karena Mas Nono adalah seorang yang baik … seorang guru yang baik
    Mangkanya Ibu Lientje memberikan perhatian sedemikian besar pada Bundanya Azka …

    SO …
    Berikan perhatian kecil pada orang lain …
    You never know the impact …
    Bisa jadi sangat luar biasa bagi orang lain tersebut …

    Salam saya Fie …
    Sehat-sehat ya …
    Salam saya juga untuk Mas Nono … (or tepatnya … Ayah Azka …)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s