Untuk mengenal calon tanpa melaui pacaran ada beberapa cara yang efektif yaitu:
- bertanya kepada orang yang dianggap paling dekat dengan calon (keluarga, teman, sahabat, dll) yang dapat dipercaya sehingga kita mendapatkan informasi yang cukup obyektif. Dari sini kita dapat mengenali sifat-sifat yang tidak nampak dalam sekejap. Sedangkan untuk penampilan fisik, tentunya anda dapat mencuri-curi pandang melihatnya tanpa sepengetahuannya.
- lakukanlah sholat istikhoroh untuk memantapkan langkah dan memohon kepada ALLAH karena DIA tahu yang terbaik buat kita.
- setelah memiliki kecenderungan yang kuat untuk mempersunting, maka lakukanlah ta’aruf (perkenalan) antar keduanya secara lebih dekat namun tetap menjaga norma-norma agama.
- proses berikutnya sampai akad nikah. Dalam hal ini kedua belah pihak mempunyai kontribusi yang sama karena proses 1-3 merupakan proses mengenal calon tanpa pacaran.
Mengapa untuk mengenali calon tidak melalui pacaran?
Pernikahan yang diawali dengan pacaran dapat diibaratkan membeli buku yang dijadikan contoh dari jenis buku mahal. Pada umumnya buku yang dibungkus rapat dengan plastik yang disertai peringatan keras ‘membuka berarti membeli’ sehingga pembeli mempunyai 2 pilihan untuk mengetahui buku tersebut.
- dengan cara membukanya dan membacanya sehingga buku tersebut makin lama makin lusuh jika semakin banyak orang yang ingin menyentuh dan membacanya. Akhirnya hampir semua pembeli menolak untuk membelinya kecuali sangant terpaksa.Membeli buku seperti itu dapat diibaratkan pernikahan yang diawali dengan pacaran.
- karena buku tersebut mahal dan terbungkus rapi sehingga jika membukanya berarti membeli, maka untuk mengetahui isinya pembeli dapat bertanya kepada petugas, melalui katalog komputer atau bertanya kepada orang yang telah memiliki dan membacanya sehingga dia memperoleh buku yang benar-benar baru yang belum pernah dijamah disentuh oleh siapapun. Ini dapat diibaratkan sebagai pernikahan tanpa melaui pacaran.
Pada saat menanti akad nikah akan terjadi kangen/rindu. Hal ini merupakan kodrat sebagai manusia yang tidak dapat ditolak oleh manusia itu sendiri. Selama kerinduan pada calon tidak membawa kemaksiatan kepada ALLAH bahkan kita bersabar untuk menahannya maka itulah rindu karena ALLAH. Tetapi jika kerinduan tersebut membawa kemaksiatan maka sesungguhnya itulah kerinduan karena hawa nafsu semata. Wallahu ‘alam. Bagaimana dengan anda, ada yang mau ditambahin, silahkan…..



















loh kok blm ada posting..kekeke
makasih ya mas dah mampir ke blog ku, sory kemarin belom sempet,n biar lebih penasaran aja.hehe….
ikut nimbrung ah huehuehuheuheue
lha bukannya pacaran adalah proses pengenalan diri? proses untuk mengetahui lebih jauh seperti apa sebenarnya pasangan kita?
kalo cuma bertanya kan repot juga mbak, belum tentu orang yg kita tanya itu obyektif, lha kalo subyektif malah kita yg repot ntar heheheheh.
Kalo menurut saya dan kliwon gpp pacaran selama masih di dalam batas norma-norma, selain untuk mencari tau kecocokan kita dengan dia, juga dapat dijadikan pelajaran “oh begini toh ntar rasanya berumah tangga” istilahnya saling berbagi, saling menerima dan saling menghargai.
* merangkul kliwon.. berjalan bersama menuju pantai *
trims ya mbahsangkil, dah mampir di blog ku. setiap orang mempunyai cara utk menemukan jodohnya. cara diatas merupakan perjodohan secara islami. asal mbahsangkil ga pacaran aja sama kliwon.hehe….
waw.. islami banget nih! salut abis untuk mbaknya.. salam kenal mbak!
Jalan2 cari kenalan blogger hehehe…
a.k.a blog walking
artikel ini adalah cara yang ideal…
cara lain, kalo saya mau beli buku di gramedia, saya pilih buku yang masih plastikan, saya baca sinopsisnya di bagian belakang, kemudian minta tolong petugas untuk membuka plastiknya.. lalu baca secara acak isinya.. baru dibeli.. kalo toh gak begitu suka dengan sebagian isinya, saya tetap beli. siapa tahu nanti ada isi yang tersembunyi yang belum sempat saya baca.. intinya ketika membuka tersebut sebelumnya sudah yakin bakal dibeli..
nah, apa yang seperti ini juga bisa diterapkan untuk mencari istri, mbak yu wafie?
gempur—> terimakasih dah mampir ke blog aku, hehe…..masnya bisa aja deh. cuman bagi-bagi info aja kok. salam kenal balik….
jerry—> thanks dah mampir, salam kenal juga deh buat kamu.
deteksi—> suwun pakdhe, podho wae karo ngincip sithik nek kuwi dhe, enek2 wae alasanmu ki yo.
Udah dicoba mbak cara kaya gitu?
gimana sekarang hasilnya?nyesel to pengin nyoba cara lain lagi?
kekekekeke
alhamdulillah sudah dicoba n ga nyesel kok. kpn km mo nyoba juga? trims ya dah mampir.
kapan ya nyobanya?
mei?
hehe…..kapan coba?
Waah sudah saya lakukan itu tante, tapi ternyata
Ratna’s Blog—> thanks sudah mampir, artikelnya wuuuoke mbak.
Raden Mas Angki—> Tante???? Haduw……tua banget yak akiyu….ga sekalian mbah uti aja mas manggilnya? hehe….
Assalamualaikum
setujuuuuuuuu Mbak..
nikah yes..pacaran No..
wassalam
http://ocehankoe.blogspot.com
http://achfan.multiply.com
lg nyari nih…
susah2 gampang yah..
mdah2n ttap sabar..
ad opsi gak..??
S-7